Kita sebagai manusia pasti memiliki harapan agar bisa mendapatkan pekerjaan yang bagus dengan penghasilan yang bagus pula. Memang tidak ada yang salah dengan keinginan tersebut, apalagi jika keinginan kita bisa tercapai dan terwujud, namun bagaimana jika ternyata keadaan yang kita alami tidak seperti apa yang kita harapkan...? Bagi sebagian besar orang memiliki pekerjaan yang bagus dengan penghasilan yang bagus memang menjadi tujuan, namun banyak juga orang yang tidak bisa mendapatkan pekerjaan sesuai dengan harapan mereka.
Sebagai contoh banyak lulusan sarjana tidak mendapatkan pekerjaan sesuai dengan bidang dan jurusan mereka bahkan banyak juga yang menjadi pengangguran, tapi justru ada juga lulusan SD namun dari segi penghasilan bisa melebihi para lulusan sarjana. Memang jika kita berbicara masalah rejeki semuanya sudah ada yang mengaturnya, namun perlu juga kita ketahui bahwa rejeki tidak datang dengan tiba-tiba, namun harus dengan usaha, kerja keras dan berdoa untuk mendapatkannya.
Melihat jumlah pengangguran saat ini yang terus meningkat, dan mungkin diantara mereka banyak juga yang memiliki latar belakang pendidikan cukup tinggi misalnya saja SLTA hingga Sarjana. Menurut saya ada banyak kemungkinan dan faktor yang menentukannya, bisa saja dikarenakan sulitnya lapangan pekerjaan saat ini, semakin ketatnya persaingan dalam mencari kerja sebagai contoh 1 lowongan pekerjaan bisa diperebutkan oleh ribuan orang.
Mengenai lapangan kerja atau peluang untuk mendapatkan penghasilan sebenarnya tergantung pada diri kita sendiri, yang terpenting kita Mau dan Tidak Malu. Kadang jika kita memiliki latar belakang pendidikan cukup tinggi sering kali kita merasa gengsi atau malu untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan kasar, padahal sama saja pekerjaan-pekerjaan tersebut bisa memberikan kita penghasilan. Namun karena merasa malu dan tidak mau melakukannya, maka bagi sebagian orang lebih memilih menjadi pengangguran dan menunggu hingga mendapatkan pekerjaan sesuai dengan lulusan, ijasah atau keinginan mereka.
Saya memiliki sedikit cerita tentang tetangga saya, dan dari cerita tersebut ada sebuah pelajaran yang dapat kita ambil atau bisa kita jadikan sebagai teladan. Meski tetangga saya ini bukan seorang pengusaha, bukan lulusan sarjana, dan juga tidak memiliki keahlian atau kepadaian khusus, bisa dibilang dia biasa saja. Nah mungkin anda bertanya-tanya apa yang istimewa, sebenarnya sih tidak ada yang istimewa dengan tetangga saya ini, hal yang dapat saya ambil sebagai pelajaran dan teladan adalah karena dia tidak pernah memilih pekerjaan apapun, intinya apapun pekerjaan yang ada dia selalu mau dan tidak malu melakukannya.
Tapi tahukah anda meskipun dia tidak memiliki pekerjaan tetap alias bekerja secara serabutan, namun jarang sekali ada waktu bagi dia untuk menganggur, artinya hampir setiap hari selalu ada pekerjaan, entah bekerja sebagai kuli bangunan, entah disuruh orang untuk bersih-bersih dan masih banyak lagi. Intinya saat kita sering pilih-pilih pekerjaan maka orang akan ragu untuk menawari kita pekerjaan, meskipun sebenarnya kita sangat membutuhkan pekerjaan tersebut.
Menurut saya, mengapa banyak orang menganggur atau menjadi pengangguran, hal tersebut dikarenakan kebanyakan orang sering memilih-milih pekerjaan, entah memilih pekerjaan yang berpenghasilan besar, pekerjaan yang sesuai dengan lulusan, ijasah atau jurusan, dan keahlian yang mereka miliki, atau barang kali memilih pekerjaan yang tidak terlalu menguras tenaga. Memang betul bahwa kita pasti memiliki keinginan agar mendapatkan pekerjaan yang sekiranya berpenghasilan besar, sesuai dengan juruasan atau keahlian, juga yang tidak terlalu banyak menguras tenaga.
Akan tetapi jika pekerjaan tersebut belum ada, apakah kita memilih untuk menganggur atau tidak menerima pekerjaan seadaanya. Sebenarnya sih boleh-boleh saja karena hal tersebut memang hak dari masing-masing orang, namun menurut saya kita akan mudah mencari rejeki asalkan kita mau dan tidak malu untuk melakukan apapun pekerjaan yang ada dengan senang hati, karena suatu pekerjaan asalkan kita tekuni bisa menjadi sumber penghasilan, dan tentu saja berpeluang membuat kita sukses secara financial.
Seperti saya contohkan apa yang dialami oleh seorang pengusaha didaerah saya, pada awalnya orang tersebut hanya pembeli barang-barang bekas atau rongsok. Membeli barang bekas dari rumah kerumah, dari satu kampung ke kampung lainnya, tapi tahukah anda sekarang beliau menjadi pengusaha yang terbilang cukup sukses didaerah saya. Jika semula beliau bekerja dengan mencari dan membeli barang bekas dari rumah ke rumah, sekarang beliau bisa memperkejakan banyak karyawan.
Akan tetapi jika pekerjaan tersebut belum ada, apakah kita memilih untuk menganggur atau tidak menerima pekerjaan seadaanya. Sebenarnya sih boleh-boleh saja karena hal tersebut memang hak dari masing-masing orang, namun menurut saya kita akan mudah mencari rejeki asalkan kita mau dan tidak malu untuk melakukan apapun pekerjaan yang ada dengan senang hati, karena suatu pekerjaan asalkan kita tekuni bisa menjadi sumber penghasilan, dan tentu saja berpeluang membuat kita sukses secara financial.
Seperti saya contohkan apa yang dialami oleh seorang pengusaha didaerah saya, pada awalnya orang tersebut hanya pembeli barang-barang bekas atau rongsok. Membeli barang bekas dari rumah kerumah, dari satu kampung ke kampung lainnya, tapi tahukah anda sekarang beliau menjadi pengusaha yang terbilang cukup sukses didaerah saya. Jika semula beliau bekerja dengan mencari dan membeli barang bekas dari rumah ke rumah, sekarang beliau bisa memperkejakan banyak karyawan.